Jumat, 18 Maret 2016

KAKATU - Aplikasi Pelindung Anak dari Kecanduan Games dan Pornografi

Masih melanjutkan tulisan tentang Seminar Nasional Parenting. Narasumber ke-2 dalam seminar tersebut adalah Muhamad Nur Awaludin, S.Kom, biasa dipanggil Mumu. Beliau adalah Co-founder Kakatu. Udah familiar dengan Kakatu belum? Wah kalo sahabat blogger sudah menikah, dan sudah memiliki momongan tapi belum tau Kakatu, mendingan terus lanjutin baca postingan ini sampe selesai... haha. Iya, Kakatu merupakan startup asal Bandung *bangga bgt nih jadi warga Bandung haha, didirikan pada tgl 01-02-2014, yang membuat aplikasi Android untuk membantu orangtua dalam melindungi dan mendidik anak-anaknya dalam mengakses Gadget.

Aplikasi Pelindung Anak dari Kecanduan Games dan Pornografi

Saat ini rasanya hampir mustahil menjauhkan anak-anak dari yang namanya Gadget. Kalopun orangtua keukeuh tidak memberikan Gadget kepada anaknya, apakah orangtua bisa menjamin bahwa anaknya tidak memainkan Gadget saat bermain dengan teman-temannya?. Bisa saja khan anaknya pinjem Gadget milik temennya. Kalo udah begitu, mungkin akan lebih susah lagi pengawasannya. Padahal banyak sekali hal negatif yang bisa terpapar dari kebiasaan mengakses Gadget. Bukan hanya beresiko terpapar pornografi, melainkan juga bahaya kecanduan games, bahkan dari games yang dianggap aman bagi anak.

Mas Mumu menceritakan tentang dirinya yang mantan pecandu games. Mungkin banyak orangtua yang berpandangan seperti ini, daripada anak main di luar gak jelas, stress, pergaulan yang mengkhawatirkan bisa membuat anak jadi pemabuk, pecandu narkoba, mendingan main games aja di rumah. Cuman main games kok, lagian khan di rumah bisa diawasi, tuh bener khan anaknya anteng gak rewel. Hal inilah yang membuat orangtua mengijinkan anaknya main games. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati, selama bulan Januari-Oktober 2015, sebanyak 15% anak Indonesia bermain games lebih dari 15 jam dalam seminggu.

Kondisi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan masa depan anak. Maka perlu pengawasan orangtua meski anak memainkan games yang menurut orangtua aman. Kenapa? Karena menurutku anak adalah makhluk yang sangat cepat belajar, memiliki ketertarikan dan kemampuan yang luar biasa dalam memainkan games. Aku pernah mencoba memainkan games Flight Simulation, ternyata susah, gagal mulu, baru pada kali keberapa percobaan, pesawat bisa terbang tanpa tercebur ke laut. Namun pas Ka (7thn) mencobanya, hanya sekali dua kali langsung bisa memainkannya. Nah, lambat laun kalo kebiasaan anak main games tanpa pengawasan, tentu mereka akan terus mencari games yang lebih menantang dan tidak menutup kemungkinan, anak akan kecanduan dan merusak masa depannya.

Mas Mumu dengan pengalaman hidupnya sebagai mantan pecandu games, memberikan ciri-ciri games yang dapat menimbulkan adiksi (kecanduan), diantaranya :

1. Games tersebut dapat dimainkan secara berkelompok
2. Memiliki level challenge, quest, reward dan experience point
3. Ada ajang turnamen mengenai games tersebut
4. Jika games tsb ditanyakan ke orang lain, 70% dari mereka mengetahuinya
5. Bersifat dinamis secara gameplay & umumnya adalah game online
6. Mempunyai story line atau cerita yang menarik sehingga gamers menjadi baper

Contoh games yang sekarang dapat menimbulkan adiksi pada level sangat, diantaranya DOTA 2, World of Warcraft, Ragnarok, League of Legends, Final Fantasy, Age of Empires, Clash of Clans, Command & Conquer, Point Blank, Counter Strike, Call of Duty, Conflict Vietnam dll.

Selain itu mas Mumu, juga memberikan kiat untuk memilih games yang patut buat anak-anak. berikut kiatnya :
1. Carilah games yang sesuai dengan usia anak.
2. Cek rating di depan box games, yang menyatakan : kepantasan usia, penjelasan isi (di belakang) yang mengindikasikan elemen-elemen dalam games yang menyebabkan rating tersebut di berlakukan, ketertarikan dan kekhawatiran.

Rating konten di Amerika

Dan yang harus di ingat oleh para orangtua, teknologi hanyalah sebagai penunjang masa depan dan dibuat untuk membantu memecahkan masalah setiap orang, namun pengasuhan orangtua tetap tidak dapat dipindahtangankan terhadap kecanggihan teknologi.

Bagi yang tertarik mengetahui sosok dibalik KAKATU, inilah mas Mumu dan sederet prestasi nasional maupun internasionalnya :

CEO KAKATU - Muhamad Nur Awaludin

Untuk lebih tau banyak tentang KAKATU, langsung aja berkunjung ke http://kakatu.web.id

Pejalan apa adanya, anti hoax, suka makanan tradisional, suka bacaan yang ringan dan sesekali menulis.

3 komentar

Belon nyoba. Nanti instal deh

Coba aja mba Ade, InsyaAllah bermanfaat buat menjaga anak-anak dari kecanduan games dan pornografi

saya pernah denger aplikais ini. Tapi belum pernah coba. Kelihatannya memang bagus :)


EmoticonEmoticon