Jumat, 24 April 2015

Hormatilah Yang Lebih Tua

Dua bulan ini, aku ditugaskan menjadi pembimbing lapangan bagi pegawai baru di kantorku. Para pegawai baru ini diharuskan mengikuti orientasi atau semacam magang sebelum ditempatkan pada posisinya. Tujuan dari orientasi ini adalah agar para pegawai baru mampu beradaptasi dan mengenal dengan baik, seluk beluk kantor ataupun lingkup pekerjaan yang nantinya akan mereka jalani. Orientasi ini penting agar mereka memahami tugas pokoknya dan membangun relasi/hubungan di internal bagiannya ataupun dengan antar bagian.

hormatilah yang lebih tua

Kalau dalam hal teknis pekerjaan, biasanya tidak banyak kendala yang dihadapi. Namun biasanya, yang justru muncul adalah persoalan-persoalan non teknis. Para pegawai baru, yang sebagian besar biasanya lebih muda dan lebih tinggi pendidikannya, mengalami kendala karena persoalan miskomunikasi. Mungkin karena mereka masih fresh, belum berpengalaman tapi memiliki semangat tinggi, sehingga seolah semua masalah dapat diselesaikan semudah mengucapkan kata-kata. Apa jadinya kalo pegawai lama yang sudah bekerja selama bertahun-tahun merasa di dikte, harus seperti ini seperti itu, sementara persoalan yang muncul di suatu unit kerja bukan terletak pada SDM-nya tapi lebih karena sistem yang berlaku di kantor tersebut yang belum terintegrasi.

Pada saat mereka mengikuti orientasi atau magang, tugas mereka adalah belajar mengenal sistem yang berlaku di unit kerja tersebut. Pelajari, amati dan catat berbagai kelemahan yang masih terjadi. Tidak perlu memberikan kritik secara langsung kepada pegawai di unit tersebut. Toh pada saat berakhirnya masa orientasi/magang, biasanya dibuka forum diskusi untuk membicarakan berbagai kelemahan yang masih terjadi. Di forum inilah mereka bisa menyampaikan berbagai macam solusi ataupun gagasan-gagasan baru. Dan eksekusi tentang solusi apa yang mesti dilakukan, menjadi ranah dari pihak manajemen sebagai pengambil keputusan.

Hal-hal semacam itulah yang biasanya aku sampaikan kepada para pegawai baru, agar kehadiran mereka bisa memberikan kontribusi yang nyata, bukan malah melahirkan konflik baru. Jadi masalah etika berbicara, etika membangun hubungan antara yang muda dengan yang lebih tua, menurutku tidak kalah pentingnya dengan kemampuan teknis dari para calon pegawai baru agar mereka bisa lebih sukses dalam kariernya.

Dalam suatu riwayat pun pernah diceritakan bahwa Abdur Rahman bin Sahl datang menghadap Rasullullah bersama dengan beberapa orang. Sementara dia merupakan orang termuda yang berada dalam rombongan tersebut. Lalu Abdur Rahman langsung membuka pembicaraan, sehingga kemudian Rasullullah bersada:

"Hormatilah yang lebih tua! Hormatilah yang lebih tua!" (Bukhari 3002, dan Muslim 1669, serta Ash-habus Sunan).

Itulah salah satu hak orang yang lebih tua, tidak diperkenankan orang yang lebih muda membuka pembicaraan terlebih dahulu, kecuali jika ia diminta untuk berbicara atau ia telah ditunjuk oleh rombongannya sebagai juru bicaranya.

Pejalan apa adanya, anti hoax, suka makanan tradisional, suka bacaan yang ringan dan sesekali menulis.

10 komentar

Yang fresh graduate dan belum mengerti lapangan biasanya memang begitu, belum paham bahwa tidak semua teori akan bisa diaplikasikan di lapangan, sedangkan yang sudah lama berkecimpung tentunya sudah memiliki pengalaman, tapi bukan berarti juga karena sudah bepengalaman mereka selalu benar. Bisa jadi "anak-anak baru" itu membawa solusi yang selama ini belum didapatkan.

Komunikasi yang baik seperti contoh diatas adalah jembatan untuk kebaikan bersama. :)

Yang muda menghormati yang tua
Yang tua mengayomi yang muda
Dengan cara itu maka kita bisa hidup berdampingan dengan damai.
Salam hangat dari Surabaya

Memang sudah seharusnya menghormati yang lebih tua, agar yang lebih muda dihargai :D

Menghormati yang tua, menyayangi yang muda, menghargai sesama.. hehe #ngaco ya.

Iya mbak Irly...perusahaan mengangkat pegawai baru tentu juga berharap mereka bisa membawa perubahan ke arah yg lebih baik. Jadi komukikasi yg baik, diperlukan agar semuanya bisa bersinergi ya mbak..Tks udah mampir hehee...

Iya pakde...salam hangat hehee

Iya mbak Dewi, memang seharusnya bgitu ya...

Hehee..gak ngaco kok El...

wah subhanallah merasuk mantap... jadi makin pengin berbakti sama ornag tua mantap...

Aamiin...smoga kita menjadi anak yang berbakti kepada orangtua ya mas Angki


EmoticonEmoticon